Rabu, 08 Juni 2011

NIKMATI HARI INI

Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik

(D’Masiv)

Ketakutan peristiwa masa lalu yang tidak mengenakkan kerap muncul mewarnai pemikiran manusia dalam menjalani kehidupan. Kecemasan menghadapi masa depan selalu membayangi disetiap benak manusia dalam mengarungi nasibnya. Namun kecemasan yang dibayangkan belum tentu terwujud. Ketakutan diharapkan tidak terjadi pun tidak bakalan hadir. Semuanya, kecemasan dan ketakutan adalah bentukkan gambar manusia mensikapi suatu kondisi. Jadi mengapa manusia harus larut dengan masa lalu? Mengapa manusia harus menerawang menembus batas kekinian menuju masa depan yang mana kondisinya masih diliputi ketidakpastian untuk terjadi. Ingat: masa lalu adalah sejarah, masa depan merupakan misteri dan hari ini adalah karunia Allah yang teramat berharga untuk disia-siakan.

Kenyataan hidup menunjukkan lain, tidak sedikit orang yang berjalan dengan menggandeng masa lalu dan masa depannya dan melupakan hari ini (the present) dimana ia berada. Harus disadari bahwa waktu yang telah berlalu tidak dapat diulangi dan waktu yang ada di depan (masa depan) tidak dapat ditebak. Jadi buat apa kita harus menggandeng masa lalu dan masa depan.

Jangan biarkan hidup terperangkap di masa lampau dan jangan biarkan hidup mengembara dengan pikiran di masa depan. Hidup hari ini lebih penting ketimbang masa lalu dan masa depan. Dengan menatap kehidupan saat ini akan membuat pelaku kehidupan lebih enjoy dan tidak tegang menapaki “cerita dunia”. Hidup menjadi sesuatu yang indah karena pada hakekatnya dalam setiap detik dikehidupan ini Sang Pencipta Allah SWT memberikan suatu nikmat yang manusia tidak sanggup untuk menghitungnya. Setiap hembusan nafas manusia dapat kehidupannya terbalut nikmat Allah yang dipersembahkan buat hambanya.

Kenikmatan hidup yang demikian besar terkadang tidak pernah disyukuri oleh banyak orang. Banyak orang sibuk memikirkan sesuatu yang ada di angan-angan (masa depan) namun sesuatu tersebut tidak ada ditangan. Hal ini sering membuat orang menjadi tidak bahagia bahkan cenderung stress. Mengapa hidup semacam ini terus dipelihara, padahal pada saat sekarang (masa kini) ada sesuatu yang dimiliki namun tidak sisyukuri. Manusia baru mengetahui hakekat keberadaan sesuatu bilamana sesuatu tersebut telah hilang atau tiada.

Hari ini adalah penentu masa depan. Hari ini memperbaiki masa lalu. Hal inilah yang harus dipegang oleh manusia agar manusia tidak terlena dan terpukau dengan masa lalu dan masa depan. Tuhan menciptakan hari ini bukan tanpa suatu arti. Hari ini merupakan pijakan tolok ukur dari suatu keberadaan masa lalu dan masa depan. Apa yang akan terjadi bila Sang Pencipta tidak memberikan batasan antara masa kini, masa lalu dan masa depan.Tentunya kehidupan ini tidak menarik bahkan cenderung mengerikan karena keberadaan sang waktu tidak pernah beranjak dari tempatnya. Artinya kehidupan menjadi mandeg tidak bergulir mengikuti sunnatullah, mungkin boleh dikatakan dunia mengalami kerusakan sistem. Jadi mengapa tidak kita menikmati hari ini. Mari kita syukuri atas yang kita miliki, baik itu harta ataupun masalah. Mari kita melaksanakan tugas yang harus kita emban dengan ceria tanpa melihat masa depan (hasilnya). Karena tugas kita sebagai manusia bukan untuk berhasil tapi tugas kita adalah mencoba.

Tidak ada komentar: