Kamis, 09 Juni 2011

MENGAPA HARUS TAKUT GAGAL?

Kegagalan bukan berarti Tuhan meninggalkan Anda, tetapi Dia mempunyai rencana lebih baik.

Kegagalan bukan bearti anda tidak mencapai apa-apa, tetapi anda sudah mempelajari sesuatu

(Dr. Robert Schuller)

Siapa orang yang tidak ingin sukses dan bahagia dalam hidupnya?. Berbagai upaya dilakukan untuk menuju “kesana”. Mulai dari kandungan ibu sampai dewasa, beragam upaya ditujukan untuk kesuksesan dan kebahagiaan. Doa seorang ibu akan selalu mengiringi sang anak yang akan lahir kedunia agar sang anak dapat bahagia dunia dan akhirat. Saat sang anak beranjak memasuki dunia pendidikan, maka sang anak dituntut kelak untuk sukses dan bahagia. Menaikkan dan memperkuat IQ sang anak, orang tua tidak segan-segan mengeluarkan dana agar kesuksesan dan kebahagiaan sang anak dapat diwujudkan.

Namun, kenyataan hidup berkata lain. Dalam perjalanan hidupnya, seseorang tidak luput mengalami dan menjumpai kegagalan. Harus diakui, kegagalan adalah sesuatu yang tidak mengenakkan, menyakitkan dan menyedihkan. Sehingga tidak mengherankan bila eksistensi kegagalan selalu ditolak manusia bahkan ada kecenderungan menyingkirkan kegagalan. Kegagalan identik dengan kebodohan, kemalasan, kecerobohan dan ketidakmampuan seseorang. Padahal tidak demikian keberadaan dari kegagalan. Kegagalan adalah suatu kondisi pembelajaran bagi seseorang yang mau belajar dengan kegagalan itu sendiri.

Semakin sukses seseorang maka akan sering berjumpa dengan yang namanya kegagalan. Orang sukses tidak akan terlena dengan kegagalan yang menghampirinya. Orang sukses akan berbenah diri dan menyusun rencana baru guna melepaskan diri dari kegagalan. Kegagalan dijadikan cambuk untuk terus melangkah maju.

Berbeda dengan orang yang tidak sukses (orang yang gagal), mereka terlena dengan kegagalan. Orang gagal ini cenderung terjebak dalam pola pikir negatif atas kegagalan yang dialaminya. Oleh David J. Schwartz, Ph.D pakar leadership tingkat dunia dikatakan bahwa orang semacam ini akan menderita penyakit pikiran yang mematikan otak yang juga disebut penyakit yang mencari “kambing hitam” kegagalan. Akhirnya aksi menyalahkan pada banyak pihak bahkan pada Sang Pencipta-pun turut dipersalahkan dengan kegagalan yang menimpanya.

Terpenting dalam menghadapi kegagalan adalah pensikapan terhadap kegagalan tersebut. Keterlenaan akan memberikan dampak negatif yang berupa penyakit mencari “kambing hitam”. Sudah barang tentu yang namanya penyakit akan memberikan multiple efect bagi penderita. Keragu-raguan akan mewarnai jalan hidup padahal hanya berpikir ragu-ragu saja akan mendatangkan kegagalan apalagi menjalani hidup dengan penuh keraguan. Pola kerja otak yang mengarah negatif (berpikir negatif) pun mulai bergerak dan dampaknya sangat luar biasa kinerja individu akan cenderung tidak produktif (menurun).

Ada pepatah yang mengatakan kegagalan adalah sukses yang tertunda adalah obat bagi orang-orang yang tidak terpaku pada kegagalan karena pepatah tersebut belum titik masih koma. Kesuksesan yang tertunda adalah benar bila yang bersangkutan bereaksi keluar dari kegagalan. Ada action bangkit dari kegagalan. Menebas keterlenaan akan kegagalan dan terus berusaha mencari titik sukses. Orang sukses tidak terlena dengan kegagalan. Orang sukses selalu berpikir positif terhadap kegagalan karena dengan kegagalan akan membuat manusia mampu mengetahui batas kemampuan dirinya. Jadi mengapa kita harus takut dengan kegagalan. Mari kita sambut kehadiran kegagalan dalam kehidupan ini, karena kegagalan adalah suatu kondisi positif yang menempa seseorang untuk menuju kesuksesan.

Rabu, 08 Juni 2011

NIKMATI HARI INI

Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik

(D’Masiv)

Ketakutan peristiwa masa lalu yang tidak mengenakkan kerap muncul mewarnai pemikiran manusia dalam menjalani kehidupan. Kecemasan menghadapi masa depan selalu membayangi disetiap benak manusia dalam mengarungi nasibnya. Namun kecemasan yang dibayangkan belum tentu terwujud. Ketakutan diharapkan tidak terjadi pun tidak bakalan hadir. Semuanya, kecemasan dan ketakutan adalah bentukkan gambar manusia mensikapi suatu kondisi. Jadi mengapa manusia harus larut dengan masa lalu? Mengapa manusia harus menerawang menembus batas kekinian menuju masa depan yang mana kondisinya masih diliputi ketidakpastian untuk terjadi. Ingat: masa lalu adalah sejarah, masa depan merupakan misteri dan hari ini adalah karunia Allah yang teramat berharga untuk disia-siakan.

Kenyataan hidup menunjukkan lain, tidak sedikit orang yang berjalan dengan menggandeng masa lalu dan masa depannya dan melupakan hari ini (the present) dimana ia berada. Harus disadari bahwa waktu yang telah berlalu tidak dapat diulangi dan waktu yang ada di depan (masa depan) tidak dapat ditebak. Jadi buat apa kita harus menggandeng masa lalu dan masa depan.

Jangan biarkan hidup terperangkap di masa lampau dan jangan biarkan hidup mengembara dengan pikiran di masa depan. Hidup hari ini lebih penting ketimbang masa lalu dan masa depan. Dengan menatap kehidupan saat ini akan membuat pelaku kehidupan lebih enjoy dan tidak tegang menapaki “cerita dunia”. Hidup menjadi sesuatu yang indah karena pada hakekatnya dalam setiap detik dikehidupan ini Sang Pencipta Allah SWT memberikan suatu nikmat yang manusia tidak sanggup untuk menghitungnya. Setiap hembusan nafas manusia dapat kehidupannya terbalut nikmat Allah yang dipersembahkan buat hambanya.

Kenikmatan hidup yang demikian besar terkadang tidak pernah disyukuri oleh banyak orang. Banyak orang sibuk memikirkan sesuatu yang ada di angan-angan (masa depan) namun sesuatu tersebut tidak ada ditangan. Hal ini sering membuat orang menjadi tidak bahagia bahkan cenderung stress. Mengapa hidup semacam ini terus dipelihara, padahal pada saat sekarang (masa kini) ada sesuatu yang dimiliki namun tidak sisyukuri. Manusia baru mengetahui hakekat keberadaan sesuatu bilamana sesuatu tersebut telah hilang atau tiada.

Hari ini adalah penentu masa depan. Hari ini memperbaiki masa lalu. Hal inilah yang harus dipegang oleh manusia agar manusia tidak terlena dan terpukau dengan masa lalu dan masa depan. Tuhan menciptakan hari ini bukan tanpa suatu arti. Hari ini merupakan pijakan tolok ukur dari suatu keberadaan masa lalu dan masa depan. Apa yang akan terjadi bila Sang Pencipta tidak memberikan batasan antara masa kini, masa lalu dan masa depan.Tentunya kehidupan ini tidak menarik bahkan cenderung mengerikan karena keberadaan sang waktu tidak pernah beranjak dari tempatnya. Artinya kehidupan menjadi mandeg tidak bergulir mengikuti sunnatullah, mungkin boleh dikatakan dunia mengalami kerusakan sistem. Jadi mengapa tidak kita menikmati hari ini. Mari kita syukuri atas yang kita miliki, baik itu harta ataupun masalah. Mari kita melaksanakan tugas yang harus kita emban dengan ceria tanpa melihat masa depan (hasilnya). Karena tugas kita sebagai manusia bukan untuk berhasil tapi tugas kita adalah mencoba.